Saat hujan turun,saya selalu teringat kisah tentang seorang ibu yg hidup bersama 2 orang anaknya....
Ketika hujan turun,sang ibu mengucap syukur karena rejeki akan datang bagi salah satu anaknya yg berprofesi sebagai tukang ojek payung tapi sekaligus sedih membayangkan anaknya yg lain pasti dagangan es krimnya tidak laku.Begitu pula sebaliknya kalau hari panas,si anak yg pedagang es krim laku keras sementara yg jadi ojek payung sepi penyewa.Tapi hujan atau panas sudah ada yg mengaturnya...
Ketika hujan turun,sang ibu mengucap syukur karena rejeki akan datang bagi salah satu anaknya yg berprofesi sebagai tukang ojek payung tapi sekaligus sedih membayangkan anaknya yg lain pasti dagangan es krimnya tidak laku.Begitu pula sebaliknya kalau hari panas,si anak yg pedagang es krim laku keras sementara yg jadi ojek payung sepi penyewa.Tapi hujan atau panas sudah ada yg mengaturnya...
Setelah mendengar cerita itu saya jadi berpikir tentang perasaan saya soal hujan.Saat berada di rumah,saya senang sekali menikmati hujan dari balik kaca jendela.Tapi di saat saya harus berangkat ke suatu tempat atau akan pulang,saya berharap hujan tidak turun.
Lalu saya membayangkan sawah yang kekeringan tanpa hujan.Tentunya tidak ada padi untuk dipanen = tidak ada beras untuk dimakan :(